Monday, November 12, 2012


KISAH INSPIRASIKU di SEKOLAHKU



Assalaamu’alaikum wr.wb.

Hay Guys…!!! How areyou? Fine? I Hope so… 

            Guys, kali ini aku akan cerita sebuah cerita kecil tentang kisahku sebagai seorang pelajar di salah satu sekolah menengah negeri di kota Kediri, yaitu SMAN 7 Kediri, hehehe.. 

            Dari cerita yang kusampaikan, aku berharap Brotha-Sistha bisa menangkap pesan-pesan moral yang aku selipin dalam cerita ini dan bisa menerapkannya kedalam kehidupan kalian, Guys…, Yaa..,,  Syukur-syukur bisa memotivasi kalian untuk tetep semangat bersekolah walaupun dalam keadaan yang terbatas sekalipun.

            Saya juga ingin meyakinkan kepada Brotha-Sistha sekalian bahwa dalam hidup ini tidak ada yang namanya “sia-sia” dari setiap usaha yang kita lakukan, selama kita menikmati proses usaha tersebut dan yakinlahbahwa Allah pasti akan memberi jalan bagi hambanya yang senantiasa berusaha dengan sungguh-sungguh.

            Baiklah langsung saja aku ceritain kisahku di sekolah yang aku ceritain di awal tadi, yaitu SMAN 7 Kediri. 

            Kisahku dimulai saat aku secara resmi diterima sebagai murid di SMAN 7 Kediri setahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 2011. Sebenarnya, waktu itu aku mempunyai 3 pilihan sekolah yang menjadi tujuanku, yaitu SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Kediri, dan yang terakhir SMAN 7 Kediri. Pada akhirnya dari ketiga sekolah tersebut, aku lebih memilih untuk mendaftar di SMAN 7 Kediri dengan beberapa pertimbangan, antara lain SMAN 7 Kediri lebih dekat dengan rumah mengingat transporasi yang akan aku pakai untuk berangkat sekolah nanti adalah sebuah sepeda, selain itu banyak temanku dari SMPN 4 Kediri yang mendaftar di SMAN 7 Kediri, dan pertimbangan yang terakhir adalah aku sudah memperkirakan biaya di SMAN 7 Kediri jauh lebih murah bila dibandingkan dengan SMAN 1 Kediri dan SMAN 2 Kediri. Sebenarnya untuk pertimbangan yang terakhir, sudah ada orang yang mau membantu pembiayaan selama aku bersekolah di SMAN 1 Kediri atau SMAN 2 Kediri, akan tetapi dalam pikiranku, aku sudah mempunyai pandangan bahwasanya yang menanggung mayoritas biaya sekolahku tetaplah kedua orang tuaku, apalagi kalau mengingat bahwa pekerjaan ayah adalah seorang tukang batu dan ibuku tidak bekerja. Oleh karena itu, akhirnya aku tetap memilih untuk bersekolah di SMAN 7 Kediri.

            Nah, sejak saat itu, kehidupanku sebagai seorang pelajar di SMAN 7 Kediri dimulai. Semua terasa berbeda ketika di bangku SMA. Memang, sulit rasanya untuk menjelaskan bagaimana perasaanku saat waktu itu, semua terasa indah dan bercampur aduk jadi satu, mulai dari perasaan senang karena sudah menjadi anak SMA , rasa cemas akan sifat guru-guru yang akan mengajarku nantinya, rasa bahagia ketika berkenalan dengan teman-teman baru, rasa canggung berkenalan dengan teman-teman wanita, dan masih banyak lagi, hehehe…

            Dari semua rasa yang kurasakan, maka perasaan canggung bertemu dengan teman wanitalah yang membuatku merasa berbeda dibandingkan waktu di SMP dulu. Ya…,, mungkin inilah yang disebut “masa-masa remaja” yang memang terasa indah apabila dirasakan. *Wizzz… enak… hahahaha 

            Dengan penuh semangat, hari-hari di SMA aku lalui. Tidak hanya perasaan yang senang-senang saja yang kurasakan, akan tetapi semakin berat pula rasanya duduk di bangku SMA, tidak hanya dari segi pelajaran tetapi juga dari segi sosial atau pergaulannya. Banyak masalah yang pernah kualami di SMA, seperti masalah ketidakmampuan orangtua untuk membayar beberapa iuran, masalah dengan teman satu kelas, dan masalah dalam mengerjakan tugas karena keterbatasanku. Akupun pernah diejek oleh kakak kelas karena sepeda yang kupakai. Ya..,, mungkin diangganya anak SMA kok pakai sepeda? Tetapi aku ngga ambil pusing dengan ejekan itu, aku cuek aja, terserah dia mau bilang apa. Bagiku, aku sudah sangat bersyukur memiliki sepeda untuk berangkat sekolah. 

            Sebenarnya masih banyak lagi masalah yang pernah aku alami, tetapi memang sengaja tidak aku beberkan karena alas an privasi, hehe...

Nah, dari semua masalah itu, tidak lantas membuatku putus semangat untuk bersekolah ataupun merasa minder. Aku berusaha mengatasi masalah-masalah itu dengan berbaga cara dan upaya semampuku.

Seperti saat saya kesulitan mengerjakan makalah karena tidak punya komputer, maka saya berinisiatif pergi ke rumah saudara saya untuk meminjam komputernya. Aku juga pernah beberapa hari tidak jajan di sekolah untuk membiayai tugas makalahku secara mandiri dan sayapun pernah naik sepeda keliling ke rumah teman-temanku untuk meminjam buku paket.

Semua hal itu aku lakukan dengan ikhlas dan tanpa mengeluh. Setiap kali mendapat kesulitan, aku selalu memohon kepada Allah SWT untuk diberi kemudahan dan jalan keluar, tentunya dengan usaha yang sungguh-sungguh terlebih dahulu. Aku selalu yakin bahwa Allah SWT pasti akan menolong hambanya yang suka berusaha dan tidak mengeluh ketika mendapat kesulitan. Disamping itu, aku juga selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa kemampuan orang tuaku memang terbatas, maka aku tidak boleh terlalu menuntut kepada beliau berdua. Dalam hati aku tancapkan semangat untuk berprestasi walaupun dalam keadaan yang sangat terbatas sekalipun.

Alhamdulillah, berkat usaha, tekad, semangat, dan rahmat Allah SWT, aku berhasil mendapatkan gelar “Paralel” ketika kelas X di SMAN 7 Kediri. Aku sangat bangga dengan prestasiku itu, namun aku tetap tidak akan berperilaku sombong kepada teman-temanku, apalagi aku masih mempunyai tugas untuk mempertahankan gelar itu di kelas XI ini. SEmoga aku bisa, Amin…, do’akan juga ya Guys, hehehehe… 

Aku rasa cukup sekian dulu ya Guys ceritanya, aku sangat berharap kalian bisa menikmati ceritanya dan dapat mengambil pesan-pesan moral di dalamnya. Ya..,, Syukur-syukur kalau setelah membaca cerita ini, bisa terjadi suatu perubahan pada diri kalian kearah yang lebih baik, Amin… 

Bye-bye Guys…!!! See you next time 

Wassalaamu’alaikum wr. wb.